Thursday, March 11, 2010
Selamat Jalan Syaikh al-Azhar



Dunia Islam kembali sedih. Hari rabu pagi, 10 Marert 2010 seorang tokoh besar, ulama fenomenal, Grand Syaikh Al-Azhar, Prof. Dr. Muhammad Sayed Tantawi meninggal dunia dalam usia 82 tahun. Tantawi mendadak sakit di sela-sela kunjungannya ke Arab Saudi dalam rangka menghadiri Acara Penganugerahan Internasional Raja Faisal. Pemerintah setempat kemudian segera membawa Tantawi ke Rumah Sakit Pusat Militer.

Kesehatan Tantawi memang sering terganggu, terutama semenjak tahun 1996. Faktor usia barangkali yang membuat Tantawi harus keluar masuk rumah sakit. Berdasarkan cek dokter selama ini, diketahui bahwa Tantawi mengalami gangguan cukup serius pada kesehatan jantung.

Tantawi dilahirkan pada 28 Oktober 1928 di desa Salim al-Sharqea, provinsi Souhag. Sejak kecil Tantawi sudah memiliki otak yang cemerlang. Ini semua dibuktikan sejak usia dini sudah belajar al-Qur’an dan menghafalnya di kota Iskandariyah. Tantawi berhasil menyelesaikan pendidikan Sarjananya di Universitas al-Azhar tahun 1958 dan menyabet gelar doktor di bidang Tafsir dan Ilmu al-Qur’an dari Universitas yang sama tahun 1966. Setelah itu Tantawi dipercaya untuk mengajar di almamaternya, Universitas Al-Azhar, Fakultas Ushuludin. Kemudian mendapat tugas untuk menjadi dosen tamu di Libya selama 4 tahun berturut-turut. Berkat perannya yang besar, Tantawi kemudian dipercaya mengemban amanah sebagai dekan Fakultas Pascasarjana, Universitas Islam Madinah al-Munawarah.

Pemerintah Mesir seakan tidak ingin menyia-nyiakan Tantawi sebagai putra terbaik negeri itu, pada 28 Oktober 1086 Tantawi terpilih menjadi Mufti Besar Negeri Mesir selama 10 tahun hingga 1996. Jabatan Mufti Besar berakhir secara otomatis setelah Tantawi berhasil menempati posisi tertinggi institusi al-Azhar, Grand Syaikh al-Azhar tahun 1996.

Beberapa jabatan penting yang pernah di embannya:
1. Imam,hatib dan pengajar di Departemen Wakaf (1990)
2. Pengajar Mata Kuliah Tafsir dan Hadits pada Universitas al-Azhar (1968)
3. Asisten Professor pada Fakultas Ushuluddin, Asyuth (1972)
4. Professor Bidang Tafsir pada Fakultas Ushuluddin, Asyuth (1976)
5. Dekan Fakultas Ushuluddin di Asyuth (1978)
6. Professor Fakultas Ushuluddin, Kairo (1984)
7. Dekan Fakultas Studi Islam, Kairo (1985)
8. Mufti Besar Negeri Mesir (1986)
9. Grand Syaikh al-Azhar ke-47 (1996)

Kini Pakar Tafsir abad ini telah kembali kepada Allah. Mudah-mudahan sepeninggal Tantawi, segera hadir generasi penerus para nabi yang mampu memberi cahaya penerang bagi kehidupan umat manusia.
 
posted by UcH3nK HuSaiNi RaManG at 2:21 PM | Permalink | 0 comments